• Sel. Feb 20th, 2024

Memaknai Silaturahim Dalam Bingkai Syawalan 1443 H Trah Sumo Kertosentono Karangwuni Turi Sleman

Byadmin

Mei 5, 2022 , , ,
Ikrar Syawalan bersama seluruh peserta

Syawalan merupakan momen yang tepat untuk saling memaafkan agar hati kita kembali bersih, fitrah dengan saling berjabat tangan dan memaafkan setelah sebulan berpuasa untuk mencapai derajat umat yang bertaqwa.

Kehangatan keluarga berkumpul menjadi kerinduan tersendiri setelah dua tahun lebih tidak bisa merasakan pertemuan langsung dengan keluarga besar dikarenakan pandemi Covid

Namun rasa itu terbayarkan sudah dengan diadakannya Syawalan halal bi halal setelah dua tahun tertunda akhirnya kembali digelar   Keluarga Besar Trah Sumo Kertosentono Karangwuni Turi  Sleman Bertempat di Balaidesa Kalurahan Bangunkerto Kamis, 4 Syawal 1443 H – 5 Mei 2022 dengan pengampu dari keluarga EyangKertowiharjo dimana ali ini sudah memasuki putaran ke 11.

Tetap dengan menerapkan  prokes acara berlangsung dengan meriah penuh kehangatan, menurut Anna Sutardi salah satu panitia, “ semula panitia setelah berkoordinasi dengan ketua trah menargetkan peserta dikisaran 200 orang, namun ternyata Alhamdulillah antusiasme yang begitu besar akhirnya terakhir tercatat sebanyak 420 keluarga besar yang bisa menghadiri acara kali ini”.

Al-Qur’an Al-Baqarah 133-134 mengingatkan manusia untuk bersegera dalam meraih khususnya dua hal : Magfirah (ampunan Allah) dan Surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Surga ini disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, yakni orang orang yang : 1. Senantiasa menginfaqkan hartanya dijalan Allah (baik ketika senang maupun krisis, susah), 2. Senantiasa mampu menahan amarahnya serta 3. Dan senantiasa memberi maaf kepada orang lain, sebelum orang lain itu meminta maafnya. Orang-orang serupa ini disukai Allah dan Allah sangat suka orang-orang yang berbuat baik (muhsinin).

 Ketua Trah Sumo Kertosentono  H.Suharyanto SH  dalam sambutanya menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai ajang silaturahmi antar sesama keluarga Trah Sumo Kertosentono  mulai dari yang tertua hingga yang muda atau cucu. Selain itu syawalan ini diselenggarakan setiap satu tahun sekali yaitu setelah Idul Fitri sesuai dengan kesepakatan panitia, dan tempatnyapun bergantian.

 Menurutnya, moment tahunan ini yaitu syawalan Trah Sumo Kertosentono harus tetap dijaga dan dilestarikan, apapun kondisinya. “Karena acara ini mempunyai tujuan yang positif yaitu selain   sebagai ajang silahturrahmi untuk saling kenal mengenal antar keluarga, juga untuk menjaga dan mempererat tali kekeluargaan dan kekompakkan diantara saudara dapat mempertemukan anak, cucu, hingga cicit berkumpul dalam suasana bahagia dari keturunan Eyang Sumokerto Sentono dan betapa bangganya beliau melihat sebegitu banyak penerusnya yang berkumpul dan berada dalam jalinan kekeluargaan yang erat.”  sebagaimana dituturkan kepada Arief Hartanto dari Buletinsleman.Com pada Kamis siang.

Setelah dilakukan Ikrar syawalan dilanjutkan dengan diikuti secara bersama oleh seluruh peserta acara  saling memaafkan di hari nan fitri ini. Selanjutnya dilakukan foto bersama diantara keluarga dan dimeriahkan dengan pembagian door prize yang memeriahkan acara dan aneka hiburan.

Harapannya dengan bersilaturahim dan ikrar saling meminta maaf sekaligus sebuah bentuk menjadi pribadi yang lebih dalam merenda hidup dan langkah baru yang lebih baik dimasa depan.

2 thoughts on “Memaknai Silaturahim Dalam Bingkai Syawalan 1443 H Trah Sumo Kertosentono Karangwuni Turi Sleman”

Tinggalkan Balasan