• Sen. Mar 4th, 2024

Peksi Moi, Kesenian Islami dari Soka Wetan Merdikorejo  Tempel

Pentas Kesenian Islami Peksi Moi Soka Wetan

Dusun Soka Wetan, Merdikorejo, Sleman, berkembang sebuah kesenian berupa tari yang dibalut dengan nuansa musik dan gerak badan yang berirama dengan sentuhan dan syair Islami.

Peksimoi menjadi bagian penting dari masyarakat Dusun Soka Wetan, sebagai suatu seni tradisi bernuansa Islam yang dipegang oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

 Peksi Moi adalah tarian yang berkembang di wilayah Sleman dan  merupakan singkatan dari “Persatuan Kesenian Islam Main Olahraga Bela Diri”. Tarian ini dipopulerkan oleh K.H. Nahrowi, yang merupakan seorang ulama dari Ploso Kuning, Minomartani, Ngangglik, Sleman, pada tahun 1964.

Tarian ini bertujuan untuk menghibur masyarakat dengan bait-bait Islam dihiasi dengan gerakan yang indah, luwes dan dinamis. Tari peksimoi tidak hanya dikreasikan untuk hiburan semata. Sang pencipta tari ini pun juga memiliki visi menyiarkan agama Islam dengan pendekatan yang masih terikat dengan budaya setempat.

Pentas Kesenian Islami Peksi Moi Soka Wetan

Gerakan tangan yang gemulai dan dipadukan dengan seni bela diri khas Jawa berhasil memikat masyarakat setempat untuk mendalami agama Islam yang di syiarkan para kyai. Ajakan kebaikan yang berisi syair islami serta shalawat Nabi menjadi nyanyian utama yang menyertai tari peksimoi.

Syair terbagi dua yaitu syair berbahasa Arab yang diambil dari buku Tlodo Barzanji berisikan dakwah pendidikan Islam. Satu lagi yang berbahasa Indonesia berisi ucapan selamat datang dan terima kasih. Tarian dibawakan secara berkelompok ini diiringi oleh para pemain musik yang juga bertugas sebagai pelantun syair.

Dalam setiap kali pertunjukannya, alat musik seperti 3 buah rebana dan sebuah beduk (jedor) menjadi instrumen yang selalu mendampingi tari peksimoi. Tari peksimoi menjadi sebuah daya kreasi ulama yang sangat amat mencintai agama dan masyarakatnya untuk menuju ke jalan yang lebih baik dengan cara yang berbudaya.

Dalam peksi moi, terdapat beberapa peran yang dimainkan, antara lain penari, pemusik, dan penyanyi. Dalam penampilan peksi moi, terdapat 12 hingga 16 orang penari, bersama dengan empat orang pemusik yang memainkan gendang (satu orang) dan rebana/terbang (tiga orang), dan juga dua orang penyanyi. Pementasan tari terdiri dari laki-laki dan perempuan dnengan 35 lagu yang mengiringi, lagu hanya berupa syair-syair ajakan, dan tidak memiliki alur cerita. Terdapat tiga jenis bahasa dan satu rangkaian nada yang digunakan dalam syair Peksimoi, yaitu Bahasa Arab (8bait). Kostum  yang digunakan baju berwarna putih dibalut rompi berwarna biru, jingga dan ungu. Di bagian perut memakai stagen; ikat kepala dengan variasi bulu, celana berwarna hitam dibalut dengan jarik motif parang. Seragamnya dimodifikasi secara berkala serta mengalami perubahan dari dulu sampai sekarang, kostum didesain menarik dan menyesuaikan perkembangan zaman. Sebagai tambahan juga digelar permainan obor api dalam atraksi yang semakin mengundang kekaguman dari para penonton.

Tinggalkan Balasan