• Sen. Mar 4th, 2024

Sleman Terus Pastikan Keamanan Hewan Ternak dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Jelang Iduladha 2022.

Pemerintah Kabupaten Sleman terus memastikan keamanan hewan ternak dari penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) jelang Iduladha 2022. Situasi terkini penyebaran PMK ditemukan di 12 Kapanewon, yakni Moyudan, Gamping, Tempel, Mlati, Sleman, Ngaglik, Pakem, Ngemplak, Cangkringan, Berbah, Prambanan dan Kalasan.

Sampai dengan tanggal 8 Juni 2022 pukul 14.00 gambaran kasus PMK di Kabupaten Sleman yang telah dilaporkan, jumlah kasus 908 ternak. Dari jumlah kasus tersebut, 8 ternak dinyatakan sembuh, 3 ternak mati, dan 897 dalam pengawasan dan pengobatan oleh petugas teknis kesehatan hewan (sakit) dan tidak ada yang dipotong paksa.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, SRS. Nawangwulan, mengatakan dari hasil investigasi di semua titik kejadian penyebab penyebaran PMK di Kabupaten Sleman ditengarai berasal dari masuknya ternak dari luar daerah, pedagang ternak dan alat angkut dari luar daerah, pedagang dan alat angkut dari Kabupaten Sleman yang sempat mengunjungi pasar hewan/lokasi lain di Luar Kabupaten Sleman, dan mutasi ternak dalam wilayah Kabupaten Sleman. Hal ini juga didukung dnegan sifat alami dari virus PMK yang bisa menyebar melalui udara dangan radius 10 km.

“Hasil investigasi di semua titik kejadian penyebab penyebaran PMK di Kabupaten Sleman ditengarai berasal dari masuknya ternak dari luar daerah, pedagang ternak dan alat angkut dari luar daerah, pedagang dan alat angkut dari Kabupaten Sleman yang sempat mengunjungi pasar hewan/lokasi lain di Luar Kabupaten Sleman, dan mutasi ternak dalam wilayah Kabupaten Sleman. Hal ini juga didukung dnegan sifat alami dari virus PMK yang bisa menyebar melalui udara dangan radius 10 km,” ungkapnya pada Jumpa Pers yang digelar di Pendopo Parasamya Sekretariat Daerah Sleman, Kamis (9/6/2022).xsebagaimana dilansir Sleman, InfoPublik –

Nawangwulan juga menambahkan bahwa dari 12 Kapanewaon yang ada temuan kasus PMK, terbanyakk ditemukan di Nganglik dan Sleman dengan jenis hewan ternak yang terserang paling banyak ialah sapi potong.  

Mengenai ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Sleman, Nawangwulan mengatakan dari tahun ke tahun Kabupaten Sleman harus menambah pasokan dari luar daerah. prediksi kebutuhan hewan kurban tahun ini: sapi (kebutuhan 8.268 ekor, ketersediaan 4.260 ekor dan kekurangan 4.008 ekor), kambing (kebutuhan 2.529 ekor, ketersediaan 2.156 ekor, dan kekurangan 373 ekor), dan domba (kebutuhan 7.082 ekor, ketersediaan 6.029 ekor, dan kekurangan 1.053 ekor).

Dari selisih jumlah tersebut dipastikan akan ada ternak yang masuk dari luar daerah baik lewat supplier/penyedia/pedagang maupun pasar tiban ternak. Pada masa wabah PMK ini mekanisme pemasukan ternak dari luar daerah akan dilakukan dengan persyaratan yang ketat, terutama ternak harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) setiap satuan/ekor ternak. Selain itu akan bekerjasama dengan Kepala Wilayah (Kalurahan dan Kapanewon) untuk menertibkan persyaratan bagi pedagang pasar tiban ternak.

Tinggalkan Balasan