• Sel. Feb 20th, 2024

Ngaji Budidaya Pertanian (Ramli ) Ramah Lingkungan Jalan Barokah Pengusaha  Pertanian Anggota Titik Kumpul Sayur Cabai Tempel.

Para petani yang tergabung dalam titik Kumpul Cabai Sayur dan Cabai Tempel dalam upaya mewujudkan  Visi guna mensejahterakan petani yang tergabung menjadi anggota tikum, Selasa 19 Juli 2022 bertempat di kediaman salah satunya  Sukardi, Sidoharjo Bangunketo Turi Sleman, menggelar kegiatan bimbingan teknis yang dikemas dalam “ Ngaji Budidaya Pertania Ramah Lingkungan”.

Kesempatan silaturahmi yang kesekian ini dengan menghadirkan pemateri  dari Dinas Pertanian Sleman dan BPTP DIY.

Tikum sendiri menurut Handayatman, Ketua dan sekretaris Arif Mujito, “ kami  mulai berdiri 27 Januari 2019 dengan Misi menyatukan hasil prodak pertanian dalam suatu wadah ,dan dipasarkan dengan sistem lelang sehingga petani punya saya tawar yang lebih tinggi”.

Ir. Imawan Kepala bidang penyuluhan pertanian Dinas Pertanian kabupaten  Sleman menyampaikan paparan bahwa “ Pertanian harus bersifat multi kultur, kendala mpetani selain teknis pertanian dalam menanam mudah  namun juga  pemasaran yang sulit”. Solusinya adalah dengan   memanfaatkan pasar komoditi yang sudah ada,    mindset harus berubah dari bertani biasa menjadi  penguasaha tani.

Suparyoto  BPPT DIY Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta dalam   materi Ngaji   budidaya pertanian ramah lingkungan menandaskan bahwa “ perlu digalakkan pertanian organic karena menjadi jalan  barokah”.   

Dengan prinsip jika ramah pada tanah maka kitapun akan diramahi oleh tanash dan lingkungan,  jangan kejam kepada tanah agar kita tidak dikejami tanah.

Kita diharuskan untuk berkaca  dengan mengaji dari Qur’an Surat Al A’raf “ Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan izin Tuhan; dan tanah yang buruk, tanaman-tanamannya yang tumbuh merana. Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang bersyukur”.  Bukankah Islam telah mengenalkan prinsip ramah lingkungan?. Kuncinya adalah jika tanaman pingin subur, tidak kena hama, berbuah sesuai kemampuan genetik aslinya, berlamgsung sustainable    maka yang disuburkan adalah tanahnya.

Saat ini kebanyakan kita dibuat kacau akal sehatnya gara-gara promosi,   pestisida, herbisida yang pada dasarnya  adalah racun.

Pemikiran harus dirubah jangan terlalu berharap pada hasil karena sebenarnya  hasil adalah dampak dari baiknya proses serta mendapatkan Barokah yang teridiri dari langkah-langkah

Jangan pernah menargetkan produksi tinggi karena  hasil adalah dampak dari menyuburkan tanah    yakni dengan  wajib pakai pupuk organic yang sudah mengandung pupuk makro mikro yang sudah dibutuhkan tanaman.

Selain sebagai ajang silaturahmi dan bertukar informasi sesamea anggota kegiatan ini digelar sebulan sekali secara bergilir dari kapenewon Moyudan sampai Turi dengan semua didanai oleh titik kumpul.

Rutin introdusi penambahan dan konservasi musuh alami terutama mikroba  , sering gunakan tanah dibawah pohon bambu karena paling banyak mikroba  yang baik untuk pertanian.

Tanam bunga matahari, kertas dll untuk mengundang tawon tutur bahan mencari madu karena fungsinya untuk menghambat hama dan  ta’aruf   kenali tanaman yang tumbuh terus  semenatra  lainnya mati karena bisa menjadi bibit  berkualitas. 

Tinggalkan Balasan