• Sel. Feb 20th, 2024

Strategi Pembelajaran Adaptif  Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka

Byadmin

Agu 13, 2022

Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta pada Jumat, 12 Agustus 2022 telah melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di sekolah Muhammadiyah berbasis Kurikulum Merdeka Belajar. Kegiatan ini hasil kolaborasi dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tempel, SMK Muhammadiyah 1 dan 2 Tempel serta SMP Muhammadiyah 1 Tempel dengan tujuan untuk peningkatan kompetensi bagi segenap guru. Diharapkan sekolah-sekolah dapat melaksanakan kurikulum tersebut dengan ciri khas Al Islam dan Kemuhammadiyahan serta mewujudkan Profil pelajar Muhammadiyah dan juga profil pelajar Pancasila.

Dalam sambutan acara yang berlangsung di aula Darul Arqom Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tempel, H. Arif Sulistyo, S.E. menyampaikan kepada segenap kepala sekolah dan guru baik SMK dan SMP di Kapanewon Tempel untuk mengikuti kegiatan ini yang dengan cermat, sungguh-sungguh dan tindaklanjutnya nanti akan dilakukan sekolah masing-masing. Kedepan kerjasama dengan UAD akan terus dilakukan.

Sementara Pemateri pertama Dr. Dian Artha Kusumaningtyas, M.Pd, Si., menyampaikan pengantarnya sebagai pemantik bagi para guru bahwa kita bersyukur berada di wilyah yang secara geografis mudah akses dalam pembelajaran apabila dibandingkan dengan wilayah Indonesia Timur baik Papua atau NTT pun merupakan daerah afirmasi dimana untuk mencapai sekolah dibutuhkan perjalanan 2 hari menggunakan speed boat dengan biaya yang cukup mahal. Adapun untuk paparannya  menyampaikan bahwa “ kurikulum merdeka ini titik poinnya pada kedalaman materi, Anak-anak terus diajak untuk mencintai ilmu, terus belajar dan menjadi pembelajar yang baik dan kurikulum merdeka menguatkan orientasi pada pengembangan karakter dan kompetensi melalui penyederhanaan konten, dan pemberian fleksibilitas”. Sementara Kurikulum 2013 memuat keluasan materi atau memberikan materi ke siswa sebanyak-banyaknya. Saat ini tidak terpakai karena orientasi Kurikulum merdeka pada kedalaman materi, masing-masing sekolah memiliki kekhasan atau gaya sendiri-sendiri. Pembelajaran berbasis proyek. Yakni proyek yang kolaboratif, aplikatif dan lintas mapel. Tidak ada mapel yang paling keren. Tiga kata kunci, penyederhanaan konten, esensial, berbasis proyek dan rumusan capaian pembelajaran yang fleksibel. Kasih anak-anak proyek. Selain itu disampaikan pembelajaran dengan paradigma baru berupa profil pelajar Pancasila.

Pemateri kedua disampaikan Dr. Ishafit, M.Pd terkait dengan virtual laboratory untuk pembelajaran adaptif, “ Komitmen baru bagi pendidik adalah jika anak didik itu tidak bahagia dan senang dalam belajar”. Itu yang kita risaukan. Ada 3 tugas utama pendidik yakni: Membimbing peserta didik agar memahami kehidupan (educating), membimbing agar menguasai pengetahuan (teaching) dan menguasai ketrampilan (training). Landasan seorang pendidik yakni; iman, adab/akhlak, ilmu pengetahuan dan ketrampilan.  Sebagaimana disampaikan Wahdan Arifudin daei SMPM Tempel kepada contributor Arief Hartanto.

Acara diakhiri dengan tanya jawab dan pernyataan penyemangat dari perwakilan guru dimana sampai saat ini kita ternyata belum berbuat apa-apa dan apa yang telah disampaikan pemateri sungguh menjadi pemicu untuk berbenah dan terus meningkatkan kompetensi guru terhadap peserta didik.

Pemberdayaan bagi sekolah Muhammadiyah oleh UAD Yogyakarta  akan dilakukan tindaklanjut lagi pada pertemuan 2 bulan lagi  dengan peserta yang sama.

Tinggalkan Balasan