• Sel. Feb 20th, 2024

Kopdar Juleha Sleman “Meningkatnya Kesadaran Sembelih Halal dan Gaya Hidup Konsumsi Halal”.

Para penggiat Juru Sembelih Halal ( Juleha) se Kabupaten Sleman menggelar acara Pengukuhan Dewan Pengawas Juleha Sleman dan Pengurus Juleha Sleman serta Pengurus Jueleha Sleman tingkat 17Kapanewon se Kabupaten Sleman serta pengumuman lomba video tentang sembelih Halal yang sesuai dengan SKKNI.bertempat di Rumah Dinas Bupati Sleman pada Ahad 14 Agustus 2022. 

Pertemuan ini juga sebagai upaya untuk meneguhkan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas Juleha Sleman, diantaranya dengan menggandeng birokrasi, institusi pendidikan (FKH UGM dan Fak Peternakan UGM) serta mitra lain yang beririsan dengan Juleha Sleman semisal Saliman Grup; RPH Nugroho; Suket Ijo Farm; Yuli Master.

Dalam kali itu Dewan Penasihat / Pengawas. Juleha Sleman Drs. H Sri Purnomo, MSI (Bupati Sleman periode 2010 – 2021) menandaskan bahwa “Pentingnya makanan halal yang berasal dari daging hewan harus diawali dengan proses penyembelihan yang Halal dan Benar “.

Bagi seorang Juleha haruslah memiliki Kompetensi yang terbagi menjadi dua kategori besar yaitu pengembangan profesionalitas dan pengelolaan penyembelihan dimana ada tujuh kompetensi yang harus dimiliki yang mencakup melakukan ibadah wajib, menerapkan persyaratan syari’at Islam, menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja, melakukan komunikasi efektif, mengkoordinasikan pekerjaan, menerapkan higiene sanitasi, dan menerapkan prinsip kesejahteraan hewan.

Adapun pada kategori pengelolaan penyembelihan ada 6 hal yang perlu dikuasai yaitu menyiapkan peralatan penyembelihan, melakukan pemeriksaan fisik hewan, menetapkan kesiapan hewan untuk disembelih, menerapkan teknik penyembelihan hewan, memeriksa kelayakan proses penyembelihan, serta menetapkan status kematian hewan. Sebagaimana dilansir dari fapet.ugm.ac.id

Kepengurusan Juleha Kabupaten Sleman Periode 2021-2024 sendiri terdiri dari Ketua  Didik Riyanta, S. Sos. I  Sekretaris Suyanto, S.T. dan Arthaluruh ADA, S. Pt.,  Bendahara Wijanarko Hari Seno dengan dilengkapi Bidang pelatihan dan Humas.

 

Pembina terdiri dari Bupati Sleman, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Kepala Kantor Kementrian Agama Kab. Sleman adapun Dewan Penasihat / Pengawas yang terdiri dari  Drs. H Sri Purnomo, MSI (Bupati Sleman periode 2010 – 2021), drh. H. Agung Budiyanto, MP PhD (Wadek 1 FKH UGM), Prof Ir. Yuny Erwanto, SPt, MP, PhD, IPM (Wadek 3 Fak Peternakan UGM).

Hadir pula dalam kesempatan itu Dr Nanung DD – Direktur Halal Research Fapet UGM, Ibu Hj Atik Raharjo – Owner Saliman Grup dan Gojun – owner RPH Nugroho beserta Pengurus Juleha di 17 Kapanewon.

“ Hadirnya Juleha dikarenakan pentingnya dakwah kepada masyarakat untuk bagaimana menyebarluaskan cara sembelih yang Halal secara Syar’I” tandas Didik kepada Arief Hartanto dari Buletinsleman.Com  siang itu.

Bertemunya sekian banyak pihak yang sangat mendukung dakwah sembelih halal yang tidak hanya yang berada di kabupaten Sleman dan berkomitmen bareng untuk semakin konsisten dalam kualitas dan kuantitas dakwahnya secara masive ke tingkat kapanewon dan terpenting adalah semakin meningkatnya kesadaran Sembelih Halal di kalangan masyarakat Sleman (khususnya) dan Jogjakarta (pada umumnya) sehingga mengkonsumsi sesuatu yang Halal adalah suatu budaya / gaya hidup yang semakin dipilih oleh Warga Muslim.

Kopdar Juleha Sleman “Meningkatnya Kesadaran Sembelih Halal dan Gaya Hidup Konsumsi Halal”.

Para penggiat Juru Sembelih Halal ( Juleha) se Kabupaten Sleman menggelar acara Pengukuhan Dewan Pengawas Juleha Sleman dan Pengurus Juleha Sleman serta Pengurus Jueleha Sleman tingkat 17Kapanewon se Kabupaten Sleman serta pengumuman lomba video tentang sembelih Halal yang sesuai dengan SKKNI.bertempat di Rumah Dinas Bupati Sleman pada Ahad 14 Agustus 2022. 

Pertemuan ini juga sebagai upaya untuk meneguhkan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas Juleha Sleman, diantaranya dengan menggandeng birokrasi, institusi pendidikan (FKH UGM dan Fak Peternakan UGM) serta mitra lain yang beririsan dengan Juleha Sleman semisal Saliman Grup; RPH Nugroho; Suket Ijo Farm; Yuli Master.

Dalam kali itu Dewan Penasihat / Pengawas. Juleha Sleman Drs. H Sri Purnomo, MSI (Bupati Sleman periode 2010 – 2021) menandaskan bahwa “Pentingnya makanan halal yang berasal dari daging hewan harus diawali dengan proses penyembelihan yang Halal dan Benar “.

Bagi seorang Juleha haruslah memiliki Kompetensi yang terbagi menjadi dua kategori besar yaitu pengembangan profesionalitas dan pengelolaan penyembelihan dimana ada tujuh kompetensi yang harus dimiliki yang mencakup melakukan ibadah wajib, menerapkan persyaratan syari’at Islam, menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja, melakukan komunikasi efektif, mengkoordinasikan pekerjaan, menerapkan higiene sanitasi, dan menerapkan prinsip kesejahteraan hewan.

Adapun pada kategori pengelolaan penyembelihan ada 6 hal yang perlu dikuasai yaitu menyiapkan peralatan penyembelihan, melakukan pemeriksaan fisik hewan, menetapkan kesiapan hewan untuk disembelih, menerapkan teknik penyembelihan hewan, memeriksa kelayakan proses penyembelihan, serta menetapkan status kematian hewan. Sebagaimana dilansir dari fapet.ugm.ac.id

Kepengurusan Juleha Kabupaten Sleman Periode 2021-2024 sendiri terdiri dari Ketua  Didik Riyanta, S. Sos. I  Sekretaris Suyanto, S.T. dan Arthaluruh ADA, S. Pt.,  Bendahara Wijanarko Hari Seno dengan dilengkapi Bidang pelatihan dan Humas.  

Pembina terdiri dari Bupati Sleman, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Kepala Kantor Kementrian Agama Kab. Sleman adapun Dewan Penasihat / Pengawas yang terdiri dari  Drs. H Sri Purnomo, MSI (Bupati Sleman periode 2010 – 2021), drh. H. Agung Budiyanto, MP PhD (Wadek 1 FKH UGM), Prof Ir. Yuny Erwanto, SPt, MP, PhD, IPM (Wadek 3 Fak Peternakan UGM).

Hadir pula dalam kesempatan itu Dr Nanung DD – Direktur Halal Research Fapet UGM, Ibu Hj Atik Raharjo – Owner Saliman Grup dan Gojun – owner RPH Nugroho beserta Pengurus Juleha di 17 Kapanewon.

“ Hadirnya Juleha dikarenakan pentingnya dakwah kepada masyarakat untuk bagaimana menyebarluaskan cara sembelih yang Halal secara Syar’I” tandas Didik kepada Arief Hartanto dari Buletinsleman.Com  siang itu.

Bertemunya sekian banyak pihak yang sangat mendukung dakwah sembelih halal yang tidak hanya yang berada di kabupaten Sleman dan berkomitmen bareng untuk semakin konsisten dalam kualitas dan kuantitas dakwahnya secara masive ke tingkat kapanewon dan terpenting adalah semakin meningkatnya kesadaran Sembelih Halal di kalangan masyarakat Sleman (khususnya) dan Jogjakarta (pada umumnya) sehingga mengkonsumsi sesuatu yang Halal adalah suatu budaya / gaya hidup yang semakin dipilih oleh Warga Muslim.

Tinggalkan Balasan