• Sel. Feb 20th, 2024

Aisyiyah Sleman Sosialisasi Pemilu Inklusi Bersama KPUD Sleman: Ajak Masyarakat Jadi Pemilih Cerdas

Sleman, Buletinsleman.Com

Pada Ahad, 21 Januari 2024, Gedung Mundjiyah Lantai 2 Kampus UNISA Gamping Sleman Yogyakarta menjadi saksi terselenggaranya acara Sosialisasi Pemilu Inklusi oleh Majelis Kesejahteraan Sosial PDA (Pimpinan Daerah Aisyiyah) Sleman. Acara dihadiri oleh sekitar 70 peserta, termasuk utusan MKS PCA Se kabupaten Sleman, Ketua PPDI kabupaten, Ketua PPDI kapanewon Se Sleman, dan Ketua HIDIMU kab Sleman.

Ketua PDA Sleman, Hanik Rosyada S.Pd MA, dan Dra. HJj. Siti Aminah, membuka acara dan menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat umum. Hanik Rosyada menyampaikan, “Kegiatan ini mengajak semua warga untuk mensukseskan pemilu 2024 dan menjadi pemilih yang cerdas serta mampu menyebarkan ilmu ke masyarakat lainnya.”

Acara yang diorganisir oleh MKS PDA Sleman dengan Ketua Yuli Kuswandari S.Pd.M.Hum dan Sekretaris Nur Kasihati,S.Ag,S.Pd.SD. Yuli Kuswandari pada kesempatan pembukaan menyampaikan selamat menambah ilmu dan wawasan kepada peserta dan mengucapkan terima kasih kepada Kampus UNISA atas dukungannya.

Huda Al Amna dari KPUD Sleman memberikan pemahaman tentang Pemilu secara sederhana. Pemilu dipahami sebagai mekanisme pemberian suara rakyat untuk memilih wakil-wakilnya dalam lembaga perwakilan atau eksekutif. Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024 mengikuti landasan hukum UU No 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu dan UU No 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada. Sistem pemilu yang digunakan adalah proporsional terbuka dengan ambang batas Parlement sebesar 4 persen.

“Pemilu inklusif adalah pemilu yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua warga negara yang berhak memilih, tanpa memandang suku, ras, agama, jenis kelamin, penyandang disabilitas, status sosial ekonomi, dan lain-lain,” tegas Huda.

Penyelenggaraan Pemilu dapat dikatakan inklusif dengan cakupan pemilih yang luas dan tingkat partisipasi pemilih yang tinggi. Untuk memastikan inklusi bagi pemilih disabilitas, berbagai langkah diambil seperti pengaturan akses gerak bagi pemilih kursi roda, kursi prioritas, pendampingan, dan fasilitas khusus untuk pemilih disabilitas netra.

Dengan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan bersiap-siap untuk berpartisipasi aktif dalam Pemilu 2024, menciptakan pemilih yang cerdas dan inklusif.

Tinggalkan Balasan