• Kam. Mei 14th, 2026

Reportase Haji Dari Makkah 3, Senam Bersama dan Pemeriksaan Kesehatan Jama’ah Haji DIlanjutkan Napak Tilas Perjuangan Rasul SAW di Gua Tsuur

Byadmin

Jun 15, 2023

Makkah, Buletinsleman.Com

Pelaksanaan Ibadah Haji selain dengan bekal ilmu dan iman tentu saja memerlukan fisik yang  prima, terlebih untuk jama’ah lansia yang pada tahun ini cukup banyak.

Data  Kementerian Agama terdapat 65.802 ribu Jemaah lansia yakni 33 % dari total Jemaah, ditambah lagi jemaah haji dengan resiko tinggi (resti) sehingga dengan mengangkat tagline “Haji Ramah Lansia” sebagai ikhtiar melayani jemaah lanjut usia, selain berusaha menjadikan jemaah lebih mandiri.

Para petugas harus memperhatikan dua hal utama. Pertama, tersedianya sarana prasarana serta fasilitas penyelenggaraan ibadah haji yang mendukung kebutuhan serta memenuhi hak lanjut usia. Kedua, pelindungan dan pendampingan jemaah haji lansia yang mengalami keterbatasan fisik, mental, sosial, dan ekonomi.

Hal ini sebagaimana dituturkan Sumarah M.Pd salah satu jama’ah Haji Pakem Sleman dari Makkah kepada contributor Arief Hartanto, “ kegiatan menjaga kebugaran antara lain dengan asupan makanan yang bergizi dan Alhamdulillah sesuai dengan cita rasa seperti di Indonesia dan juga dilakukan senam bersama kloter SOC 51 disertai edukasi dan pemeriksaan kesehatan  pada Rabu, 14 Juni 2023 Pukul : 06.30 waktu Arab Saudi terutama untuk bapak ibu jamaah lansia dan pendamping SOC 51 “.

Adapun Team Kesehatan haji SOC 51 dari dr. Rina S, Puji Dwi, Rani Dwi dan dr. Fitrina dengan Ketua Kloter  Suprapto, Pembimbing ibadah Ujang serta Rahman.

Setelah senam dilanjutkan dengan ziarah ke Arofah, Muzdalifah, Mina, Museum serta gua Hira’.

Kemudian mengunjungi gua Thuur untuk napak tilas perjuangan Nabi Muhammad SAW Ketika berama Abu Bakar singgah di gua tsur saat hijrah ke Madinah, disini juga diceritakan betapa bukti kesetiaan  Abu Bakar RA  dalam membantu  dakwah Nabi.

Dikisahkan betapa Asma putri Abu Bakar mengirim makanan untuk beliau meski ditengah perjalanan yang terjal dan berbahaya waktu itu, Asma membantu mengantarkan bekal. ia dijuluki dzatun nithaqin (yang punya dua ikat pinggang) karena telah membelah ikat pinggangnya untuk mengikat bekal tersebut.

Sedangkan Abdilah putra beliau sebagai informan kondisi di sekitarnta dan Amir pembantu beliau menggembala kambing untuk mengelabuhi kaum kafir qurois dan melindungi Asma dan Abdillah.

 

Reportase : Sumarah M.Pd                                        Editor : Arief Hartanto

Tinggalkan Balasan