Turi, Buletinsleman.Com
Kelompok Wanita Tani (KWT) Lumbung Tani terus berinovasi melalui kegiatan pemilahan sampah organik dan nonorganik yang dilaksanakan pada Minggu, 19 Oktober 2025, di Padukuhan Kendal. Kegiatan ini menjadi salah satu subusaha produktif KWT yang berdiri sejak pertengahan 2024 dan kini memiliki tiga bidang usaha: budidaya tanaman hortikultura, pembuatan telur asin, serta pengelolaan sampah.
Ketua KWT Lumbung Tani, Siti Zunairoh, menjelaskan bahwa pihaknya menjalin kerja sama dengan pembeli sampah nonorganik seperti botol bekas, logam, kardus, dan minyak jelantah. “Rekanan pembeli datang setiap minggu ketiga setiap bulan. Harga yang ditawarkan cukup baik sehingga bisa menambah penghasilan kelompok,” ujarnya.
Sementara itu, Mei Lisayani, pembina KWT sekaligus Ibu PKK Padukuhan Kendal, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat. “Selain membantu pengelolaan sampah, hasil penjualan menjadi tabungan warga dan sebagian masuk ke kas kelompok. Dana ini bisa dimanfaatkan jika suatu saat kelompok membutuhkan,” terangnya. Ia juga menambahkan, kegiatan ini mempererat silaturahmi dan semangat kebersamaan antarwarga.
Usai kegiatan, para ibu dan warga yang terlibat menikmati makan bersama dengan hidangan mie ayam, menambah kehangatan suasana. Siti Zunairoh turut menyampaikan apresiasi kepada warga RT 02 dan Karang Taruna yang selalu memberi dukungan. “Terima kasih atas bantuan dan semangat dari bapak-bapak dan para pemuda RT 02 yang selalu mendampingi kami,” ujarnya.
Melalui pengelolaan sampah terpadu ini, KWT Lumbung Tani tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi baru bagi warga. Program sederhana ini menjadi contoh nyata pemberdayaan perempuan desa dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berdaya.
1,859 total views, 3 views today
