• Sab. Apr 4th, 2026

Korsleting Diduga Picu Kebakaran Rumah di Caturtunggal, Kerugian Capai Rp100 Juta

Sleman, Buletinsleman.Com

Sebuah rumah tinggal di kawasan Blimbingsari, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, dilalap si jago merah pada Sabtu (21/2/2026) sore. Peristiwa kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan warga kepada Polresta Sleman sekitar pukul 17.00 WIB.

Kapolresta Sleman melalui keterangan tertulis AKP Salamun Humas menyebutkan, rumah yang terbakar diketahui milik D.V.S. (39), warga Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Api dengan cepat membesar lantaran di dalam garasi rumah tersimpan sejumlah kembang api sisa dagangan korban.

“Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di bagian belakang rumah, tepatnya di area peralatan elektronik,” ujar petugas Tim Identifikasi Polresta Sleman saat ditemui di lokasi kejadian.

Sebelum api membesar, beberapa saksi yang berada di sekitar lokasi mengaku sempat mendengar suara percikan dari dalam garasi rumah korban sekitar pukul 15.45 WIB. Percikan tersebut diduga berasal dari kembang api yang kemudian menyulut api dan merambat ke bagian depan rumah.

Tiga warga yang berada di lokasi kejadian, masing-masing D.K.D. (40), R.P. (45), dan J.P. (60), berupaya melakukan pemadaman awal sambil meminta bantuan warga lain. Tak lama berselang, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

“Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.15 WIB. Namun sebagian besar bangunan rumah sudah hangus terbakar,” ungkap salah seorang saksi di lokasi.

Dalam peristiwa tersebut, sejumlah kembang api yang tersimpan di garasi ikut terbakar, terdiri dari jenis kawat, air mancur, gangsing, hingga bola tembak. Letupan-letupan sempat muncul ke arah atas sebelum api sepenuhnya berhasil dikendalikan petugas.

Akibat kejadian ini, bangunan rumah seluas kurang lebih 50 meter persegi mengalami kerusakan berat. Selain itu, dua unit sepeda motor, satu mesin jahit, dua unit kulkas, serta sekitar 30 ekor burung peliharaan yang merupakan dagangan korban turut hangus. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp100 juta.

Korban diketahui sehari-hari berjualan pakan burung dan ternak, serta membuka lapak kembang api musiman di Pasar Terban, Kota Yogyakarta. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

Saat ini, lokasi kebakaran telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga mengimbbau masyarakat agar lebih waspada terhadap instalasi listrik serta penyimpanan barang-barang mudah terbakar.

“Kami mengingatkan warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah dan tidak menyimpan bahan mudah terbakar di dekat sumber listrik guna mencegah kejadian serupa,” tutup petugas kepolisian.

 514 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan