Berbah, Buletinsleman.Com
Kebakaran melanda sebuah bangunan bekas kandang puyuh milik warga di wilayah Kalitirto, tepatnya di Dusun Tanjungtirto RT 06/23, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, pada Senin (13/4/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa ini menyebabkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp20.000.000.
Bangunan yang terbakar merupakan gudang bekas kandang puyuh berukuran 5 x 9 meter dengan konstruksi atap berbahan bambu dan asbes. Di dalamnya terdapat 13 kandang, satu box pembesaran bibit, serta berbagai barang bekas yang mudah terbakar.
Pemilik bangunan diketahui berinisial NF (54), seorang ibu rumah tangga warga setempat. Saat kejadian, NF tengah menerima kunjungan petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang sedang melakukan pendataan penerima bantuan iuran BPJS.
“Awalnya terdengar suara letupan seperti orang memasak dari arah gudang, padahal tidak ada aktivitas memasak di sana. Karena curiga, kami langsung mengecek,” ujar NF.
Saat diperiksa, api diketahui sudah membesar dan membakar bagian dalam gudang. Kobaran api dengan cepat melahap tumpukan barang bekas di dalamnya, bahkan sempat merembet ke bagian atap kamar tidur belakang yang berdempetan dengan gudang tersebut.
Sekitar pukul 15.20 WIB, empat unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi, terdiri dari satu unit dari wilayah Bantul dan tiga unit dari Sleman. Petugas pemadam dibantu personel kepolisian dari Polsek Berbah serta relawan setempat langsung melakukan upaya pemadaman.
Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 15.45 WIB menggunakan dua unit mobil pemadam ungkap salah satu petugas di lokasi kejadian.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sebagian besar isi gudang hangus terbakar. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, api cepat membesar karena banyaknya material mudah terbakar yang tersimpan di dalam gudang.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga diminta rutin memeriksa instalasi listrik, menyimpan bahan mudah terbakar secara aman, serta menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di lingkungan rumah.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran, khususnya pada bangunan yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan barang bekas.
52 total views, 16 views today
