Sleman, Buletinsleman.Com

Guna mendukung kelancaran pemberangkatan jamaah calon haji tahun 2026, Dinas Perhubungan Sleman memberlakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas strategis di wilayah Kabupaten Sleman. Kebijakan ini difokuskan di sepanjang Jalan Parasamya, mulai dari Simpang Empat Beran hingga kawasan Jalan Candi Gebang (Disnakersos).
Langkah ini diambil untuk memastikan mobilitas jamaah serta kendaraan pengantar berjalan tertib dan aman tanpa mengganggu arus lalu lintas utama. “Rekayasa lalu lintas ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi jamaah calon haji yang akan berangkat,” ujar perwakilan Dishub Sleman dalam keterangannya.
Berdasarkan skema yang telah disusun, arus lalu lintas di Jalan Parasamya akan diberlakukan sistem satu arah. Kendaraan akan diarahkan dari dan menuju Simpang Empat Beran, kemudian dialihkan ke Jalan KRT Pringgodiningrat. Selanjutnya, arus kendaraan akan didistribusikan melalui sejumlah ruas alternatif, yakni Jalan Roro Jonggrang, Jalan Candi Sari, dan Jalan Ratu Boko.
Dalam peta rekayasa lalu lintas yang dirilis, juga terlihat sejumlah titik penutupan jalan serta jalur khusus bagi kendaraan pengantar jamaah. Selain itu, lokasi penjemputan jamaah telah ditentukan untuk menghindari penumpukan kendaraan di satu titik. Petugas gabungan dari Dishub dan aparat kepolisian akan disiagakan di lapangan guna mengatur kelancaran arus kendaraan.
Adapun pengalihan arus lalu lintas ini diberlakukan pada beberapa tanggal penting keberangkatan jamaah, yaitu Rabu, 22 April 2026 pukul 08.00–12.00 WIB; Jumat, 24 April 2026 pukul 02.00–05.30 WIB; Sabtu, 25 April 2026 pukul 02.00–05.30 WIB; Minggu, 26 April 2026 pukul 13.00–17.00 WIB; serta Rabu, 20 Mei 2026 pukul 04.00–07.30 WIB.
Dishub Sleman mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan yang biasa melintas di kawasan tersebut, untuk menyesuaikan rute perjalanan selama waktu pelaksanaan rekayasa lalu lintas. “Kami berharap masyarakat dapat memahami dan mengikuti pengaturan ini demi kelancaran bersama,” tambahnya.
Pemberangkatan jamaah calon haji merupakan agenda tahunan yang membutuhkan koordinasi lintas sektor, termasuk dalam hal pengaturan transportasi. Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, diharapkan proses pemberangkatan jamaah haji dari Sleman dapat berlangsung lancar, tertib, dan khidmat.
36 total views, 4 views today
